nasi uduk jakarta; a taste of home

Nasi Uduk Jakarta ala Rantang Mini

I’ve been living in the Netherlands for almost 12 years and looking for an authentic Indonesian food is challenging. That’s why I started Rantang Mini at the first place. I want Indonesian food with no compromise in taste.

As an Indonesian who was born and raised in Jakarta, being an avid halal foodie myself, I can’t emphasized enough how much I love Nasi Uduk. If Nasi Padang is my no.1 Indonesian food, Nasi Uduk would be my no.1a wkwkwkwk. I love them both immensely.

Nasi uduk is a typical rice dish from the capital of Indonesia, Jakarta. It’s an aromatic rice cooked in a generous amount of coconut milk and herbs. Accompanied by some condiments like telur balado, tempe orek or sambel goreng kentang, acar timun but most importantly, the unmissable duo: SEMUR and SAMBAL KACANG.

You can go with any type of Semur, be it Semur Daging, Semur Tahu, Semur Jengkol etc. The sweet dark flavorful sauce of Semur enhanced the taste of Nasi Uduk. A good and tasteful Semur must be made one day in advance. One more condiment that I love to add is kerupuk emping.

I’ve been juggling to find the right taste and the right herbs to make my Nasi Uduk a part of my love of Jakarta. If you’ve been to Jakarta, you know what kind of city I’m talking about wkwkwk. When you live there, you feel the tension, the hectic, endless traffic jam and many more to mention. But when I left the city, I miss it big time.

I created this dish to portray my nostalgic moments in Jakarta. That morning when I was in a rush to go to college and had my breakfast on the street vendor, I always ate Nasi Uduk, like always! The chance was 99%. Also when I went back home after work, or met some friends, we went to Pecel Ayam tent across the road and ate Pecel Ayam with Nasi Uduk (plus fried tofu/tempeh).

Nasi uduk is the type of dish you can enjoy the whole day. Be it in the morning as breakfast, lunch or dinner. You can even have it as a midnight munch. Of course, not as big as the normal portion, but you really can have it for 24/7.

If you’re living in Holland and you crave Nasi uduk, you have come to the right place. Even if you never ever try Nasi uduk before, Rantang Mini is the perfect start. Because there’s a reflection of good memories in Jakarta in every bite of my Nasi uduk.

Have a try!

Salam,

Na’

Cerita Jajan (Halal) Rantang Mini di Osaka

Di Japan trip gw pertama kali bulan Maret 2016, gw memulai perjalanan di kota ini, kota Osaka. Kota bisnis yang tadinya gw pikir biasa aja. Waktu itu kami tiba malam hari di Apartemen sewaan, 1 malam hilang dan hari berikutnya gw habiskan untuk ke Minoo Park (highly recommended!!!) dan ke Osaka Castle. Lalu ketika pagi tiba, saat kita ingin menjelajah pusat kota, sang pemilik apartemen menawarkan untuk bawa semua bagasi kita dengan mobilnya ke Kyoto! Ya gw gak nolak lah…tiba-tiba langsung kepikiran ketempat lain dan mengorbankan Osaka.

Saat itu gw lebih memilih untuk ke Nara, ketimbang pusat kota Osaka. Nah, makin sering liat food blogger jalan dan jajan kesana, ada rasa iiihhh nyesel juga wkwkwk. Alhamdullilah, di lawatan gw yang kedua ini akhirnya gw fokus di Osaka aja dan milih menginap di Namba; pusat kulinernya Osaka!

Gw nginep di Holiday Inn Namba. Harga relatif untuk ukuran sebuah hotel kenamaan. Dibanding Tokyo dan Kyoto, Osaka termasuk yang paling murah. Cuma bukan itu yang jadi poin utamanya, tapi LOKASI!!

Jaraknya dengan jantung kuliner lokal dan pusat perbelanjaan yang cuma selemparan batu bikin hati berbunga-bunga. Nikmat banget! Kalau malam pun rasanya makin semangat karena semua lampu billboard menyala, orang-orang nongkrong sambil makan disekitaran Tombori river walk. Kata orang Belanda nih “Gezellig!”

Pilihan gw gak salah, hari pertama langsung nyari A Happy Pancake (LAGI!) karena gw pengen yang lain nyobain. Secara orang Belanda kan pancake mania nih, jadi mereka harus nyobain variasi pancake yang berbeda dengan yang biasa mereka makan. Apalagi tempat makannya cantik banget dan dapurnya terbuka, jadi bikin dining experience kita jadi hangat.

Japanese Souffle Pancake from A Happy Pancake in Milk Tea Sauce

Dan apa yang paling terkenal dari Osaka selain giant Glico man sign?Okonomiyaki! Telur dadar isi or people says it’s a Japanese savory pancake yang diisi seafood dan sayuran, pakai saus okonomiyaki dan Japanese mayonnaise. Diatasnya ditaburi katsuobushi; semacam abon atau irisan tipis dari ikan (bonito) gitu.

Make sure to dine in at Chibo Diversity Muslim Friendly Restaurant. Rekomendasi bintang 5 mah ini. Apalagi kalau mau coba makanan khas Osaka, Okonomiyaki, udah paling bener disini deh. Yang lucunya lagi, typical Indonesian banget kali ya, disini disediain Saos Sambel ABC juga hehehe.

Lokasinya masih di satu jalan dengan Little Osaka tadi. Jarak 500m lah kira-kira. Dan Namba itu truly the heart of Osaka dan wajib banget dikunjungi buat kamu semua yang akan atau sedang berada di Osaka.

Nah selain jajan ini, setelah sekian lama makan makanan Jepang terus. Perut dan lidah gak bisa bohong donk. Tetep nyari makanan Indonesia hahahaha. Alhamdullilah ada restaurant Indonesia dekat Namba dan menjual makanan pengobat rindu tentunya.

Cafe Bintang namanya. Nyarinya mesti pake google maps atau dijamin nyasar. Lokasinya ada didalam gedung gitu, jadi harus teliti dalam melihat sign board nama-nama toko atau restaurant. Restaurantnya halal tapi masih menjual alkohol. Ini standard sih di negara-negara minoritas Muslim. Kadang bingung juga, kayak orang lokal Jepang aja ada yang mau bikin fully halal menu, kenapa yang punya orang Indonesia malah ngga bikin ya. Padahal pasarnya kan udah ada dan besar pula.

Cus ketempat berikutnya. Mumpung lagi di Osaka dan nginep dikawasan Namba, gw tiap hari jalan disekitaran situ aja, karena areanya luas banget jadi gak bisa disambangi satu-satu dalam 1-2 hari. Alhamdullilah waktu mau nyari oleh-oleh, iseng masuk ke sebuah toko. Eeeh pas dijelajah satu-satu, tiba-tiba nemu Halal Section!

Alhamdullilah senangnya gak ketulungan. Nama tokonya Little Osaka, Omiyage Market. Google yaa. Ini lokasinya di Namba juga kok, deket billboard Meiji yang besar dan mencolok hehe. Nah ada satu jajanan yang enak banget, walau bukan di Halal Section tadi, tapi InsyaaAllah bahan bakunya aman, Kyoto Sweets namanya. Pudding matcha yang lembut dan rasa matcha-nya bombastis!!! Tapi jangan ambil yang rasa lain, karena kandungan bahan bakunya yang kurang aman. Lupa persisnya apa, makanya hanya ambil yang matcha aja.

Intinya, kalau mau jajan dan makan enak, Osaka udah kota yang paling oke menurut gw. Tokyo juga oke, oke banget malah, tapi harganya gak kuku! Nah yang paling bikin gw seneng lagi adalah harga SK II di Osaka lebih murah dibanding Tokyo atau Kyoto, don’t ask me why, tapi gw nyesek banget waktu lihat harga kosmetik papan atas itu di Osaka. Soalnya udah keburu beli di Kyoto duluan huhuhuhu.

Selamat jajan!

Wassalam,

Na’