Korean Air kini, bersama 2 anak

[Perjalanan ini dilakukan dari AMS ke ICN. Pengalaman bisa berbeda ditiap rutenya]

Ingin mengulang senangnya naik Korean Air hampir 7 tahun yang lalu menjadi salah satu pemicu pemilihan maskapai ini untuk terbang ke Tokyo, Jepang. 

Masih segar dalam ingatan nikmatnya Nasi Bimbimbap dengan saus cabe pedas ala Korea itu (makanan ini pakai daging sapi, tapi tidak halal, 7 tahun yang lalu gw masih berada di masa jahiliyah). 

Dan yang paling bikin jumpalitan adalah duty free idaman para beauty lover, rangkaian produk kecantikan mulai dari lipbalm hingga serum kelas kakap macam La Mer. 

Juara! 

Maskapai ini terkenal dengan harga premium dan pramugari kelewatan ramah yang selalu dirindukan. 

Tapi waktu beli tiket ini, baik KLM, JAL ataupun ANA harganya lebih tinggi lagi. Dan gw pikir, kenapa ngga stopover sekalian di Seoul. Sambil menengok kota yang temen gw bilang “Tokyo versi murah” ini. 

Dan semua itu pun, Alhamdullilah terlaksana. Suami acc, Ibu mertua apalagi. 

Jadilah kami serombongan pergi ke Jepang melalui Seoul. 

Menunggu hari keberangkatan itu sabar sabar ngga, malah cenderung gregetan karena rasanya lama banget. 

Senang rasanya ketika akhirnya melihat pesawat Korean Air lagi, duduk di ruang tunggu bersama ratusan warga lokal Korea Selatan yang mukanya kinclong-kinclong banget. Ya Allah aku jiper 😅

Dan seperti dulu, 7 tahun yang lalu, seamless check in process…apalagi gw bawa 2 anak kecil ya. Dengan sigap, ground service Korean Air datang menghampiri gw dan bilang “kalian sekeluarga boleh antri disini” sambil beliau jalan “menuntun” kami hingga ke meja check in

Juga ketika proses masuk pesawat akan di mulai, jauh sebelum pintu garbarata dibuka, pihak ground service-nya sudah datang menghampiri secara pribadi penumpang-penumpang yang bepergian membawa anak-anak. That’s something I haven’t experienced before. Ngga dengan Emirates, Qatar Airways, SQ atau maskapai-maskapai lain yang pernah gw coba. 

Senyum ramah dan ucapan “annyeonghaseo” menyambut langkah pertama gw di Boeing 777-200ER itu. Sleek blouse and that French twist hair with their signature hairpiece, sesuatu yang selalu membuat bandara terasa seperti pagelaran busana. 

Semua berjalan baik hingga gw melihat bahwa pesawat ini relatif tua, atau terasa out of fashion. Terlihat dari desain kursi kelas bisnisnya, hingga entertainment system bahkan layar televisi yang menurut gw dan suami terlalu jadul untuk ukuran maskapai bintang 4 macam Korean Air. 

“We’re flying too much with Emirates” celetuk gw. Dan suami gw pun mengiyakan. 

Untuk gw yang suka bepergian lewat udara dengan maskapai Timur Tengah, ketika balik lagi ke maskapai seperti Singapore Airlines dan Korean Air malah jadi kaget dan amat merindukan maskapai Timur Tengah ini hehehehe.

Hingga akhirnya Muslim Meal pesanan gw tiba. Drop shaaaayyy….

Ini juga patut diperhatikan untuk kita Muslim, bahwa Korean Air tidak menyediakan makanan Halal kecuali di PESAN TERLEBIH DAHULU. Jadi jangan dibiasakan untuk makan apapun asal bukan Babi.

Jika harus dibandingkan dengan KLM juga mendingan KLM deh. Trus ngeliat penumpang di row gw makan Nasi Campur Korea itu…duh Gusti Allah, pengeeeen.

Tapi sayang ngga Halal 😭…selain daging Sapi Bulgoginya yang tidak halal, Gochujang alias saus cabe merah khas Korea, yang hampir selalu dipakai disetiap makanan lokal adalah HARAM! Iya, HARAM pemirsaaaaa….

Gochujang itu menggunakan alkohol, normally grain alcohol. Jadi dimasukan minuman beralkohol untuk menjadi, salah satunya pengawet si cabe ini. Silahkan cek kemasan Gochujang kalian masing-masing ya 🙂

Apalagi pas gw liat saus salada yang mereka kasih pake white wine vinegar, langsung takut apakah makanan gw Halal beneran. Gimana ngga panik coba, gw kan secara khusus memesan makanan Halal, tiba-tiba dikasih begituan. Astaghfirullah…

Alhamdullilah penerbangannya lancar, minim goncangan dan yang penting suplai minuman, snack dan mie instan lancar.

Duh, ngomong-ngomong soal Pop Mie-nya Korea ini alias Ramyun Instan….ampun ya Rabb, wanginya enak banget hehehe. 7th lalu pernah kebangun gara-gara wangi mie itu dan langsung pesen sama pramugarinya hahahaha. Tapi lagi-lagi ku tak sanggup mengacungkan jari untuk memesan, karena ngga Halal. Kalau mau makan Ramyun Korea itu harus cari yang berlabel Halal, dan itu ada untuk dijual ke luar negeri.

Oh iya, sebagai Ibu beranak 2, waktu gw lihat goodie bag for kids yang anak-anak terima sebenernya bikin rada ilfeel (Ilang Feeling). Sederhana banget. Asli deh, urusan kids entertainment belom ada maskapai yang bisa ngalahin Emirates. Bahkan Qatar Airways pun belum bisa mendekati.

Pororo Drawing Set

Film yang disediakan sekitar 5 atau 6. TV shows untuk anak pun hanya kisaran 5 buah juga. Jadi anak-anak gampang banget bosen dan untuk penerbangan antar benua yang lebih dari 6 jam ini sangat riskan loh. Apalagi kalau kita gak persiapan dari awal keberangkatan.

Sekian cerita sekilas perjalanan gw dengan Korean Air kali ini. Terima kasih udah menyempatkan waktu untuk membaca.

Sampai jumpa di cerita berikutnya.

Wassalam.